Barcelona mengukuhkan dominasinya atas Real Madrid dalam perhelatan Supercopa de España. Pertandingan final yang berlangsung di Jeddah, Minggu malam waktu setempat, berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan Blaugrana. Kemenangan ini menegaskan superioritas Barcelona atas rival abadinya dalam ajang tersebut.
Jalannya Pertandingan yang Mendebarkan
Laga berjalan dalam tempo tinggi sejak awal, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Barcelona menunjukkan penguasaan bola yang lebih dominan di awal pertandingan. Namun, Real Madrid mampu menjaga keseimbangan dan menciptakan duel terbuka yang penuh tensi tinggi.
Real Madrid sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, terutama setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama. Namun, efektivitas Barcelona dalam memanfaatkan peluang membuat Los Blancos harus mengakui keunggulan rivalnya.
Babak Pertama: Barcelona Unggul
Barcelona tampil lebih dominan di babak pertama, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-36 melalui gol yang dicetak Raphinha, membawa Barcelona unggul lebih dulu.
Namun, menjelang akhir babak pertama, terjadi perubahan dramatis. Tiga gol tercipta dalam waktu singkat di masa injury time, membuat skor menjadi imbang 2-2. Intensitas pertandingan meningkat tajam, membuat final Supercopa semakin sulit diprediksi.
Babak Kedua: Raphinha Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat dengan sedikit ruang untuk bermanuver. Barcelona tetap berupaya mengontrol tempo permainan. Gol ketiga Raphinha pada menit ke-73, yang sempat membentur pemain Madrid, memastikan keunggulan Barcelona menjadi 3-2.
Madrid berusaha keras mengejar ketertinggalan, bahkan setelah Barcelona bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Frenkie de Jong. Meskipun demikian, pertahanan Barcelona mampu menahan serangan Madrid hingga peluit akhir berbunyi.
Reaksi Xabi Alonso dan Dampak Pertandingan
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat ketat dan emosional. Ia mengakui bahwa anak asuhnya telah menunjukkan semangat juang yang tinggi. “Kami punya perasaan campur aduk. Bangga karena tim benar-benar bersaing, tapi kecewa karena kalah di final yang sangat ketat,” ujarnya.
Alonso juga menambahkan bahwa timnya hanya kurang sedikit ketajaman untuk bisa menyamakan skor. Ia juga menyoroti penampilan Vinícius yang dinilai luar biasa dan berbahaya. Mengenai pergantian pemain di menit akhir, termasuk masuknya Kylian Mbappe, Alonso menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari strategi untuk menambah daya gedor di menit-menit krusial.
Fokus ke Kompetisi Lain
Alonso menegaskan bahwa Supercopa bukanlah prioritas utama bagi Real Madrid musim ini. “Kami harus segera bangkit, memulihkan kondisi pemain, dan melupakan Supercopa. Masih banyak pertandingan penting ke depan,” katanya.
Ia bahkan menyebut Supercopa sebagai kompetisi dengan prioritas terendah. Dengan kekalahan ini, fokus Real Madrid akan beralih ke kompetisi lain yang lebih diprioritaskan. Sementara itu, Barcelona berhasil mempertahankan gelar juara dan mencatatkan kemenangan ketiga beruntun atas Real Madrid di final.
Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Barcelona di panggung Supercopa de España. Sementara Real Madrid harus menerima kekalahan dan mengalihkan fokus pada kompetisi lainnya. Pertandingan ini juga menjadi indikasi bahwa persaingan El Clasico musim ini akan terus memanas.