Tim pencak silat Indonesia menunjukkan taringnya di ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Bangkok. Di hari terakhir kompetisi, dua medali emas berhasil diraih, menambah koleksi gemilang bagi kontingen Merah Putih. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen perolehan medali secara keseluruhan.
Sorak sorai membahana di Impact Arena, Bangkok, saat para pesilat Indonesia berjuang mengharumkan nama bangsa. Kemenangan ini menjadi bukti nyata kerja keras dan semangat juang tinggi para atlet dalam mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga Asia Tenggara.
Dua Emas Penutup Manis dari Pencak Silat
Indonesia berhasil menambah pundi-pundi emasnya melalui cabang olahraga pencak silat pada hari terakhir SEA Games 2025. Dua medali emas berhasil diraih dari nomor tanding, yang semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar di cabang olahraga ini.
Emas Mudah Zaki, Kemenangan Gemilang Safira
Medali emas pertama dipersembahkan oleh Muhammad Zaki Zikrillah Prasong. Zaki seharusnya bertanding di kelas C (55-60 kg), namun lawannya dari Thailand, Tinnapat Janjaroen, memilih untuk walk out alias mengundurkan diri. Kemenangan ini otomatis mengantarkan Zaki meraih medali emas tanpa harus bertarung di atas arena.
Safira Dwi Meilani juga menyumbangkan medali emas dari nomor pertandingan kelas B (50-55 kg) putri. Dalam laga final yang sengit, Safira berhasil mengalahkan wakil Vietnam, Thi Hai Quyen. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan dan kemampuan teknik yang dimiliki oleh Safira.
Perak untuk Khoirudin, Satu Nomor Final Menanti
Sayangnya, tidak semua pesilat Indonesia berhasil meraih emas. Khoirudin Mustakim harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan pesilat Singapura, Andika Bin Razali Dhani.
Masih ada satu nomor lagi yang akan dipertandingkan, yaitu kelas E (65-70 kg). Tito Hendra Septa Kurnia akan berhadapan dengan atlet Malaysia Muhamad Helmi dalam laga final.
Sumbangan Emas dari Nomor Seni Beregu Putra
Sebelumnya, tim pencak silat Indonesia juga telah menyumbangkan satu medali emas melalui nomor seni beregu putra. Andika Dhanireksa, Rano Slamet Nugraha, dan Asep Yuldan Sani berhasil meraih skor tertinggi, mengalahkan pesaing-pesaingnya.
Mereka berhasil meraih skor 9,965 poin dari penilaian juri, mengungguli tim Singapura yang mencatatkan nilai 9,935.
Posisi Indonesia di Klasemen Medali
Hingga pukul 11.36 WIB, berdasarkan data dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Indonesia berhasil mengamankan posisi kedua dalam klasemen perolehan medali.
* Indonesia mengoleksi 67 emas, 74 perak, dan 86 perunggu.
Tuan rumah Thailand masih memimpin klasemen dengan perolehan medali yang signifikan:
* Thailand: 158 emas, 105 perak, dan 71 perunggu.
Vietnam berada di posisi ketiga dengan:
* Vietnam: 51 emas, 57 perak, dan 88 perunggu.











