Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengutarakan pandangannya mengenai hubungan klubnya dengan Real Madrid menjelang final Piala Super Spanyol. Ia menyebutkan bahwa relasi institusional antara kedua klub saat ini berada dalam kondisi yang buruk. Pernyataan ini memberikan warna tersendiri menjelang duel El Clasico yang sangat dinantikan. Pertandingan final akan digelar di Jeddah, Arab Saudi.
Barcelona memiliki ambisi besar untuk meraih trofi pertama mereka musim ini. Mereka termotivasi oleh kenangan manis dari ajang yang sama tahun lalu. Saat itu, mereka berhasil tampil dominan dan mengalahkan Real Madrid di partai puncak.
Laporta sangat optimis dengan peluang timnya untuk memenangkan trofi.
“Kami sangat menantikan untuk memenangkan gelar ini, yang menjadi gelar pertama yang bisa kami raih musim ini. Kami pantas berada di final. Semua orang ingin memulai 2026 dengan sebuah trofi,” ujar Laporta.
“Setiap kali kami memenangkan Piala Super, biasanya kami akan meraih lebih banyak gelar setelahnya. Musim berjalan dengan sendirinya. Secara mental, kami sangat siap,” lanjutnya.
Modal Impresif Barcelona
Barcelona datang ke final dengan modal yang sangat baik. Mereka mencatatkan 10 kemenangan beruntun di kompetisi domestik. Selain itu, mereka juga meraih kemenangan telak 5-0 atas Athletic Club di babak semifinal. Meski demikian, Laporta enggan mengunggulkan timnya sebagai favorit juara.
“Dalam sebuah final, tidak ada favorit. Apa pun bisa terjadi. Saya bisa memberi banyak contoh. Di final, tidak pernah ada favorit,” kata Laporta.
“Kedua tim akan mengeluarkan kartu truf mereka untuk menang. Semangat tim kami lebih unggul dibanding lawan, tetapi mereka juga punya kemampuan untuk menang, seperti yang kita lihat di semifinal. Kami datang ke final dengan sangat kuat, kami bermain luar biasa melawan Athletic, dan kami yakin jika bermain dengan intensitas yang sama, kami bisa menang. Di sisi lain, Atletico Madrid sebenarnya pantas mendapatkan lebih. Dengan ini saya ingin menegaskan bahwa di final, tidak pernah ada favorit,” tuturnya.
Faktor Non-Teknis
Selain faktor teknis di lapangan, laga El Clasico kali ini juga diwarnai oleh ketegangan di luar lapangan. Hal ini menjadi bumbu yang membuat pertandingan semakin menarik.
Hubungan Barcelona-Real Madrid Memburuk
Laporta juga menyinggung hubungan antara Barcelona dan Real Madrid di tingkat institusional. Ia mengakui bahwa hubungan kedua klub sedang tidak harmonis. Hal ini terutama disebabkan oleh sengketa kasus Negreira yang melibatkan kedua klub.
“Hubungan dengan Real Madrid memang buruk, hubungan itu terputus. Ada berbagai persoalan yang membuat kami semakin menjauh,” ungkap Laporta.
“Jika sebelumnya kami sudah menjadi rival yang pahit dan abadi, sekarang situasinya berkembang hingga membuat hubungan itu benar-benar terputus. Namun, itu tidak berarti tidak ada rasa saling menghormati. Dalam hidup, semuanya bisa dikelola, tetapi itu tergantung pada masing-masing pihak,” tuturnya.
Pemicu Keretakan
Kasus Negreira menjadi salah satu pemicu utama memburuknya hubungan antara kedua klub. Kasus ini melibatkan dugaan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada mantan wakil presiden komite wasit Spanyol. Real Madrid merasa dirugikan oleh kasus ini, sehingga memperburuk hubungan mereka dengan Barcelona.
Hormati Bos Madrid
Meskipun hubungan kedua klub sedang tidak baik, Laporta menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
“Saya memiliki rasa hormat dan sikap yang sangat baik terhadapnya. Saya tidak tahu apakah Florentino datang atau tidak, dia tidak hadir di acara federasi, tetapi, dia bebas melakukan apa yang dia inginkan,” ucap Laporta.
“Kami memiliki rasa hormat yang maksimal terhadap rival dan para perwakilannya. Kami selalu bertindak dengan menjaga keharmonisan institusional,” tambahnya.
Sikap Saling Menghargai
Laporta menunjukkan sikap yang bijaksana dengan tetap menghormati sosok Florentino Perez. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan di antara klub, rasa saling menghargai tetap ada.
Final Piala Super Spanyol kali ini bukan hanya sekadar pertandingan untuk memperebutkan trofi. Laga ini juga menjadi cerminan rivalitas kedua raksasa sepak bola Spanyol yang semakin meruncing. Dengan tensi tinggi di luar lapangan dan gengsi El Clasico yang selalu membara, pertandingan ini dipastikan akan sangat menarik untuk disaksikan.











