Olahraga

Kapten Thailand Ungkap Rahasia Jitu Hadapi Tim Voli Indonesia di Final SEA Games 2025

Avatar of sonara
53
×

Kapten Thailand Ungkap Rahasia Jitu Hadapi Tim Voli Indonesia di Final SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
Kapten Thailand Ungkap Rahasia Jitu Hadapi Tim Voli Indonesia di Final SEA Games 2025

Jelang laga puncak voli SEA Games 2026 yang mempertemukan Thailand dan Indonesia, sorotan tertuju pada kemungkinan absennya kapten tim voli putra Thailand, Amorntep Konhan, sebagai starter. Keputusan ini menjadi perbincangan hangat mengingat peran penting Amorntep dalam skuad Gajah Putih. Apakah ini strategi jitu dari pelatih atau ada alasan lain di baliknya?

Final yang sangat dinantikan ini akan digelar pada Jumat (19/12) sore WIB. Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan medali emas, tetapi juga ajang pembuktian kekuatan dua tim voli putra terbaik di Asia Tenggara. Kabar mengenai potensi dicadangkannya Amorntep Konhan menambah bumbu menarik dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sengit.

Amorntep Konhan: Siap Jadi “Senjata Rahasia” Thailand

Amorntep Konhan, kapten tim voli putra Thailand, buka suara terkait posisinya yang lebih sering berada di bangku cadangan selama gelaran SEA Games 2025. Ia menegaskan sikap profesionalnya terhadap keputusan pelatih.

Menghormati Keputusan Pelatih

Amorntep menyampaikan bahwa dirinya sepenuhnya menghormati keputusan pelatih. Ia memahami bahwa pelatih memiliki wewenang untuk memilih pemain terbaik yang akan diturunkan di lapangan.

Tetap Berkontribusi Maksimal

Meski tidak selalu menjadi starter, Amorntep menekankan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim jika diberi kesempatan bermain. Ia menegaskan bahwa tim adalah kesatuan dan siap memberikan yang terbaik demi meraih kemenangan.

Siap Jadi “Senjata Rahasia”

Amorntep memberikan pernyataan menarik dengan analogi yang menarik perhatian. Ia menyebut dirinya siap menjadi “senjata rahasia” bagi tim.

Amorntep Konhan menyampaikan dalam unggahannya:

“Banyak yang bertanya kenapa saya tidak dimainkan, apakah saya cedera, atau kenapa hari pertama main bagus lalu tidak turun lagi. Sebagai atlet, kita harus menghormati keputusan pelatih. Pelatih adalah pemimpin tim dan harus memilih pemain terbaik untuk turun ke lapangan,”

“Tugas saya adalah bertanding. Jika diberi kesempatan, saya akan selalu bermain maksimal. Kami adalah satu tim,” lanjutnya.

“Tim kami punya meriam utama. Jika suatu hari meriam itu tidak bekerja, maka pistol kecil yang akan turun menembak. Hari ini kami akan meraih emas bersama,” tegasnya.

Perjalanan Thailand ke Final

Thailand yang dilatih oleh pelatih asal Korea Selatan, Park Ki-won, berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Filipina dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-19, 25-21) di babak semifinal.

Perjuangan Indonesia di Semi Final

Sementara itu, Timnas Putra Indonesia berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Vietnam dalam laga sengit. Anak asuh Jeff Jian Jie meraih kemenangan dengan skor 3-2 (21-25, 20-25, 25-22, 25-19,15-10) di Indoor Stadium Huamark, Bangkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *