Kuala Lumpur – Sembilan gelar juara yang diraih ganda putra Malaysia sepanjang musim ini belum sepenuhnya meyakinkan pelatih Herry IP tentang kemajuan anak asuhnya di kancah bulu tangkis dunia. Herry melihat bahwa faktor fisik menjadi penentu utama dalam persaingan ketat ganda putra internasional saat ini.
Perolehan sembilan gelar juara, yang meningkat signifikan dari lima gelar musim sebelumnya, memang menjadi catatan positif. Namun, Herry menekankan pentingnya evaluasi lebih mendalam terhadap performa para pemainnya.
Fisik Jadi Kunci
Penilaian Herry IP
Herry, yang menangani ganda putra Malaysia, berpendapat bahwa dominasi di level tertinggi tidak lagi hanya diukur dari jumlah gelar. Ia menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan manajemen beban turnamen.
Peningkatan jumlah gelar yang diraih ganda putra Malaysia sepanjang musim ini menjadi bukti konsistensi mereka. Akan tetapi, Herry melihat lebih dari sekadar angka-angka tersebut.
Tolok Ukur Korea Selatan
Herry menjadikan pasangan ganda putra Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, sebagai contoh. Pasangan Korea ini sukses meraih 11 gelar sepanjang musim, termasuk gelar juara dunia.
Menurut Herry, ketika kemampuan teknik pemain sudah hampir setara, kondisi fisik yang prima akan menjadi faktor penentu kemenangan. Ia menekankan pentingnya pemilihan turnamen yang tepat untuk menjaga kebugaran pemain.
Kutipan Herry IP
Herry IP menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya faktor fisik dalam persaingan ganda putra internasional. Berikut adalah kutipannya:
“Ketika level permainan sudah hampir sama, siapa pun yang berada dalam kondisi fisik lebih baik, dialah yang akan menang,” ujar Herry.
Herry juga menjelaskan bahwa aspek taktik tetap penting, namun tidak akan maksimal tanpa kondisi fisik yang prima.
“Taktik memang penting, tetapi kalau kondisi tubuh tidak siap, sebaik apa pun rencana permainan tidak akan berarti,” ucapnya.
Prestasi Ganda Putra Malaysia
Pencapaian Aaron Chia/Soh Wooi Yik
Pasangan peringkat dua dunia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, menjadi penyumbang gelar terbanyak dengan tiga gelar, termasuk di Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open.
Kontribusi Pasangan Lain
Man Wei Chong dan Tee Kai Wun, yang berada di peringkat lima dunia, berhasil meraih dua gelar dari Indonesia Masters dan Malaysia Masters. Sementara itu, Arif Junaidi dan Yap Roy King juga mencatat prestasi dengan menjuarai Macau Open Super 300.
Pasangan Aaron Tai dan Kang Khai Xing, yang berada di peringkat 36 dunia, juga menarik perhatian dengan meraih tiga gelar dari Malaysia Super 100, Syed Modi International Super 300, dan Guwahati Masters Super 100.
Fokus Tim ke Depan
Penentuan Kalender Turnamen
Tim ganda putra Malaysia saat ini fokus pada penentuan kalender turnamen untuk memastikan para pemain berada dalam kondisi fisik yang optimal.
Dengan mempertimbangkan padatnya jadwal, Herry ingin memastikan anak asuhnya memilih turnamen yang tepat. Tujuannya adalah agar para pemain tiba di turnamen dalam kondisi bugar.
Target Utama
Musim baru akan dimulai di Malaysia Cup Super 1000 di Bukit Jalil pada 6–11 Januari. Target utama Herry adalah All England pada 11–16 Maret, Kejuaraan Dunia di New Delhi pada 17–23 Agustus, dan Asian Games Aichi-Nagoya pada 19 September–4 Oktober.
Herry berharap performa anak asuhnya terus meningkat dengan target utama pada turnamen-turnamen besar tersebut.











