Prestasi membanggakan dari arena SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, datang dari cabang olahraga kickboxing. Riyan Jefri Hamonangan, atlet muda berbakat, berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Kemenangan ini menjadi oase di tengah berbagai isu miring yang sempat melanda tim kickboxing Indonesia selama kompetisi.
Sorak sorai dan kebanggaan mengiringi pengibaran bendera Merah Putih di John Paul II Sports Center. Kemenangan Jefri bukan hanya sekadar medali, tetapi juga simbol semangat juang dan dedikasi tinggi yang mampu mengalahkan berbagai keterbatasan.
Persembahan Emas di Tengah Polemik
Jefri Hamonangan menjadi pahlawan bagi tim kickboxing Indonesia. Di tengah berbagai masalah internal yang sempat menerpa tim, Jefri berhasil meraih medali emas. Kemenangannya menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi dapat mengatasi segala rintangan.
Latar Belakang Kemenangan
Sebelum keberhasilan ini, tim kickboxing Indonesia dilanda isu pemulangan manajer dan keluhan atlet mengenai transparansi. Namun, Jefri mampu membawa angin segar dengan meraih prestasi tertinggi di ajang bergengsi ini.
Persiapan yang Singkat
Jefri, yang datang ke Thailand dengan persiapan minim karena pemanggilan mendadak, membuktikan bahwa seorang atlet sejati harus selalu siap bertanding dalam kondisi apa pun. Ia berpegang teguh pada komitmen profesionalnya.
Pertarungan Sengit di Final
Di babak final kategori K-1 60 kilogram, Jefri harus menghadapi jagoan Thailand, Akkrit Kongtook. Pertandingan berlangsung sengit dengan dukungan penuh dari penonton tuan rumah.
Goyahnya Ritme di Awal
Sorakan pendukung tuan rumah sempat membuat ritme bertanding Jefri sedikit goyah di ronde awal. Namun, berkat ketenangan mental, Jefri mampu membalikkan dominasi serangan lawan.
Kemenangan yang Emosional
Kemenangan Jefri Hamonangan terasa sangat emosional. Ia mendedikasikan medali emasnya untuk mendiang ayahnya, seorang tukang pijat keliling.
“Jefri Hamonangan persembahkan emas kickboxing tunggal bagi Indonesia di tengah berbagai polemik tim,” tulis salah satu media.
Jefri juga berharap dapat dibantu oleh Presiden Prabowo untuk menjadi anggota TNI/Polri demi menghidupi ibu dan keempat adiknya.
“Atlet anak tukang pijat keliling ini menangis haru persembahkan emas untuk mendiang ayahnya,” lanjut media tersebut.
“Jefri berharap Presiden Prabowo membantunya menjadi TNI/Polri demi menghidupi ibu dan empat adiknya,” tutupnya.
Keberhasilan Jefri menjadi inspirasi bagi seluruh atlet Indonesia, menunjukkan bahwa dengan semangat juang dan dedikasi, mimpi dapat diwujudkan.











