KOI Ungkap Penyebab Teguran Keras Atlet Kickboxing Viral: Medali Nyaris Melayang!

  • Reporter :
  • Editor :

Jakarta, Suara.com – Kabar tak sedap menerpa kontingen kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Isu intimidasi yang diduga dilakukan oleh pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terhadap atlet kickboxing, Andi Mesyara Jerni Maswara, menjadi sorotan publik. Jerni sebelumnya mengunggah kritikan di media sosial terkait dugaan kecurangan wasit. Namun, Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi.

Isu ini menjadi viral setelah Jerni mengaku ditekan untuk menghapus unggahannya. Raja Sapta Oktohari membantah keras tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota Exco KOI, Krisna Bayu, justru merupakan upaya untuk menyelamatkan medali perunggu yang diraih Jerni.

KOI Klarifikasi Soal Dugaan Intimidasi dan Upaya Penyelamatan Medali

Bantahan Tegas Ketua KOI

Raja Sapta Oktohari secara tegas membantah adanya intimidasi. Ia menjelaskan bahwa permasalahan sebenarnya adalah terkait aturan ketat dari Konfederasi Kickboxing Asia (AKC). Tindakan yang diambil oleh Krisna Bayu justru merupakan langkah diplomasi untuk mengamankan medali perunggu Jerni.

Ancaman Pembatalan Medali Akibat Pelanggaran Etika

Menurut Raja Sapta Oktohari, AKC berencana membatalkan medali Jerni karena unggahan di media sosialnya dianggap melanggar etika dan aturan federasi internasional. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran KOI dalam bernegosiasi.

“Apa yang dilakukan oleh Saudara (Krisna) Bayu itu telah berkoordinasi dengan PB Kickboxing Indonesia, yang harusnya atlet ini tidak dikasih medali,” tegas Okto, dikutip dari Antara.

Upaya Negosiasi KOI Berbuah Manis

Medali perunggu Jerni akhirnya dapat dibawa pulang ke Tanah Air berkat negosiasi alot yang dilakukan oleh KOI. Raja Sapta Oktohari menekankan pentingnya bagi para atlet untuk memahami aturan main, termasuk etika bermedia sosial yang telah ditetapkan.

“Aturan itu ada, jadi saya sekali lagi menghimbau kepada semua pihak, baca aturan. Dan aturan itu jangan dilanggar, karena setiap aturan pasti ada konsekuensinya,” ucap Okto mengingatkan.

PP KBI Membenarkan Klarifikasi KOI

Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI), Ngatino, turut mengaminkan klarifikasi KOI. Ia menegaskan bahwa isu intimidasi tersebut tidak benar. Ngatino mengungkapkan bahwa panitia pelaksana dan AKC memang meminta unggahan Jerni dihapus atau atlet meminta maaf sebagai syarat penyerahan medali.

“AKC meminta kami agar tidak akan memberikan medali ke Indonesia, khusus nomor itu, sepanjang itu tidak dihapus masalah atau tidak meminta maaf,” jelas Ngatino melalui sambungan Zoom.

Sorotan Terhadap Rosi Nurasjati

Selain polemik medali Jerni, tim kickboxing Indonesia juga menghadapi masalah lain. Rosi Nurasjati, yang sedang menjalani sanksi dari WAKO (Asosiasi Kickboxing Dunia), hadir di Bangkok dan mengaku sebagai manajer tim, meskipun tanpa surat penugasan resmi.

  • Rosi Nurasjati mengaku sebagai manajer tim kickboxing di SEA Games 2025.
  • Rosi Nurasjati tidak mendapatkan surat penugasan resmi dari KOI maupun PP KBI.
  • Rosi Nurasjati sedang menjalani sanksi dari Asosiasi Kickboxing Dunia (WAKO).
  • Komentar
    maks. 1000 karakter

      Jadilah yang pertama berkomentar.